Sunday, 20 April 2014 | By: Zatin Abdullah

Kukenalkan Aceh Lewat Tutur Bahasa

"Peumulia Jame Adat Geutanyoe" (memuliakan tamu adalah adat istiadat kita) slogan dari visit Banda Aceh ini membuat saya semangat untuk memperkenalkan Banda Aceh kepada orang luar, tidak hanya pesona Banda Aceh tapi juga sikap dari kita sendiri dalam menerima tamu sangat penting untuk membuat mereka tertarik datang dan akhirnya mengunjungi Banda Aceh. Ini pengalaman saya yang sudah saya buktikan, ketika kita mempromosikan Banda Aceh maka harus dengan sikap yang baik dan mencerminkan adat istiadat kita orang Aceh.


Kebiasaan saya ingin mengenal budaya luar memperkenalkan saya dengan sebuah website dan dari website tersebut saya mengenal beberapa orang yang ingin berkunjung ke Indonesia tapi tidak ada yang tujuannya ke Aceh atau Banda Aceh, kebanyakan mereka ingin ke Bali, Raja Ampat  atau Jakarta, bahkan ada yang tidak tahu dengan Banda Aceh, setelah diingatkan dengan tsunami tahun 2004 barulah mereka ingat dengan Banda Aceh, setelah mereka ingat barulah saya mulai mempromosikan Banda Aceh, baik tentang tsunami, sejarah dan makanan Aceh. Usaha saya ini banyak juga yang berhasil. Salah satunya adalah pasangan suami istri dari Amerika.

Bruce dan Laurie berencana mengunjungi Indonesia dan yang sangat menyedihkan adalah Banda Aceh tidak ada dalam jadwal kunjungan mereka, dari salah satu website saya mengenal mereka yang ingin belajar Bahasa Indonesia sebelum berada di Indonesia. Tujuan utama mereka ke Indonesia bagian timur, lalu sambil belajar Bahasa Indonesia saya mempromosikan Banda Aceh, saya katakan Aceh itu terkenal dengan  penduduknya yang ramah, budayanya, peninggalan tsunami dan tidak lupa juga saya promosikan Banda Aceh terkenal dengan makanan khas dan banyaknya warung kopi.

Setelah satu minggu belajar Bahasa Indonesia, tiba - tiba Laurie berkata" kami harus jumpa dengan kamu dan kamu harus bawa kami keliling Banda Aceh" saya sangat senang karena mereka tertarik dengan promosi saya dan tentu saja saya bisa belajar Bahasa Inggris dengan mereka dan memastikan mereka akan menikmati Banda Aceh sesuai dengan apa yang sudah saya katakan.  

Setelah dua minggu berlalu, akhirnya mereka tiba di Banda Aceh, mereka menghubungi saya, tentunya saya senang sekali, yang pertama saya lakukan adalah makan, karena mereka tinggal dekat dengan rex Peunayong jadi kami maka disitu dan sayapun bercerita tentang bagaimana kondisi rex Peunayong sebelumnya dan setelah tsunami dibangun kembali dan menjadi pusat jajanan makanan masyarakat Banda Aceh, mereka terlihat puas sekali dan beberapa kali Laurie memeluk saya seperti anaknya, satu hal yang membuat saya masih ingat dengan Laurie sampai sekarang adalah waktu dia cerita bagaimana pertama kali berbicara dengan saya di skype, dia bilang sama suaminya seperti ini" Saya jatuh cinta dengan gadis Banda Aceh ini dan kita harus menambah Banda Aceh dalam kunjungan kita ke Indonesia" tentu saja saya tersipu malu dengan pujian ini sedangkan Bruce hanya mengangguk - angguk mengiyakan dan tersenyum. 
Saya ikhlaskan diri untuk menjadi model di depan gerobak makanan di rex  Peunayong
Makan malampun selesai dengan sempurna, karena mereka baru datang dan perlu istirahat, sayapun segera pamit pulang dan berjanji besok pagi akan menjemput mereka dan membawa mereka jalan - jalan keliling Banda Aceh. Sesampainya dirumah sayapun menyusun jadwal untuk membawa mereka keliling Banda Aceh dan harapan saya semua tempat akan bisa dikunjungi dan mereka puas dan itu artinya apa yang saya promosikan telah berhasil. Tempat yang saya bawa untuk satu hari yaitu rumoh Aceh, Museum tsunami, kapal terapung, ngopi bareng teman - teman sekaligus speaking club di Bride English Club yang kami lakukan setiap Sabtu malamdi warung kopi yang berbeda.

keesokan harinya, dengan mengajak salah satu teman saya, Agus. Kami berdua menjemput mereka di hotel dan saya menunjukkan tempat - tempat yang akan tunjukkan selama dua hari mereka di Banda Aceh, tanpa membuang banyak waktu, satu persatu kami mengunjungi tempat tersebut.



Rumoh Aceh adalah tempat yang pertama kami kunjungi, sengaja saya buat rutenya tidak bolak balik, jadi satu arah semuanya. Kami naik ke rumoh Aceh dan dengan Bahasa Inggris seadanya sayapun menjelaskan tentang rumoh Aceh dan isi yang ada didalamnya, mereka berdua sangat puas dan kami beristirahat sejenak didalam rumoh Aceh sambil mendengarkan Bruce bercerita tentang Amerika. Kami saling berbagi informasi, Bruce juga menunjukkan beberapa foto pemandangan di Amerika. Saya juga menjelaskan tentang ruangan - ruangan yang ada di dalam rumoh Aceh, mereka berdua sangat tertarik dan menyimak penjelasan saya, untungnya saya sudah mencari berbagai informasi sehingga saya bisa menjelaskan semampu saya. Setelah puas menghabiskan waktu di rumoh Aceh kami melanjutkan ke tujuan selanjutnya.

Tujuan berikutnya dari rangkaian perjalanan kami adalah Museum Tsunami. Sebelum mereka masuk kedalam, terlihat mereka begitu mengagumi arsitektur bangunan tersebut dan tidak lupa mengambil beberapa foto diluar museum. Setelah itu saya membawa mereka masuk kedalam dengan diiringi senyum ramah dari petugas museum yang sebagian sudah saya kenal karena seringnya saya membawa tamu kesini, pernah mereka berfikir saya adalah guide, saya tersenyum dan mengatakan saya hanya membawa teman yang datang ke Aceh untuk jalan jalan dan saya bukan guide.

Setelah melewati lorong gelap, kami berada di ruang audio yang memperlihatkan foto foto tsunami, Laurie terlihat sedih, mungkin sedang membayangkan kedahsyatan tsunami. Setelah selesai kami masuk melewati jalan yang banyak tergantung bendera dari berbagai negara, kami berhenti untuk sekedar berfoto dan memasuki ruangan lainya, semua ruangan dijelajahi sampai terdengar suara dari pengeras suara kalau museum akan ditutup sebentar karena sudah masuk waktu shalat dan kamipun sudah selesai.

Karena sudah waktunya makan, sayapun mengajak mereka makan di tower taman sari (sekarang tidak ada lagi). Makan sambil minum kopi dan sayapun bisa shalat disitu. Selama ditempat makan saya sempatkan untuk praktek Bahasa Inggris dan menanyakan kepada mereka apakah puas setelah mengunjungi Banda Aceh, Laurie yang banyak bicara dan praktek Bahasa Indonesia membuat suasana menjadi ramai dan santai sedangkan Bruce nampak melongo tidak mengerti apa yang kami tertawakan.

Karena Laurie sudah lelah, dia tidak ikut dalam perjalan kami selanjutnya, saya mengantar Laurie ke hotel dan kembali lagi ke warung kopi tower berkumpul dengan Bruce dan Agus karena kami mau mengunjungi Kapal Apung. Saya menjelaskan kepada Bruce kenapa sampai kapal ini berada di pemukiman penduduk, kami naik keatas dan karena Bruce se orang bule sehingga menarik bagi wisatawan lokal, Karena Bruce yang kocak sehingga diapun dengan mudah diajak berfoto oleh mereka. Bruce pun segera mengambil foto kapal apung dari berbagai sudut dan kamipun lagi lagi menjadi objek foto dari Bruce, ketika saya bertanya sama Bruce kesannya terhadap orang Aceh, dia bilang orang Aceh ramah dan sopan. Lagi - lagi waktu shalat membuat kami harus turun dari kapal, mungkin yang membedakan wisata di Banda Aceh dengan tempat lain adalah menghormati waktu shalat dengan cara menutup tempat wisata sementara waktu sampai selesai waktu shalat.
kapal PLTD apung terdampar di pemukiman penduduk pada ssat tsunami dan sekarang menjadi situs tsunami

Hari sudah sore dan masih ada satu agenda lagi yang belum terlaksana yaitu ngopi bareng dan English club, Bridge English Club adalah salah satu club bahasa Inggris yang ada di Banda Aceh, banyak mahasiswa atau yang sudah kerja yang mempunyai minat berbicara Bahasa Inggris bergabung disini, sayapun selalu mempromosikan kepada tamu luar tentang club ini dan mengajak mereka bergabung sehingga semua teman - teman bisa berbicara langsung Bahasa Inggris dari native speaker. Saya melihat teman - teman begitu semangat memperkenalkan Banda Aceh kepada para turis ini dan merekapun senang bisa menikmati Banda Aceh.
fot bersama di atas kapal terapung, semua bergembira

Perjalanan ditutup dengan minum kopi bareng dan Bridge English Club

Ketika saya bertanya apa yang paling berkesan dari Banda Aceh, sebagian besar berkata masyarakat Banda Aceh ramah dan baik, tempatnya indah dan membuat saya ingin berlama - lama di Banda Aceh. Tutur bahasa yang baik dan sopan akan membuat tamu betah dan ingin kembali lagi ke Banda Aceh, sekarang sudah hampir dua tahun teman saya kembali lagi ke Amerika tapi kami masih tetap menjalin hubungan baik dan membuat mereka merindukan Banda Aceh karena keramahan kita penduduknya.



















14 comments:

Azhar Ilyas said...

Banda Aceh selalu menarik, buat warganya dan juga para pengunjung yang datang. Tulisan yang sangat asyik, foto-fotonya juga diambil dari sudut pandang yang menarik/apik. :-)

Zatin Abdullah said...

Terima kasih dek, masih belajar menulis :)

ilham saepulloh said...

Hebat lho kak, penulisannya bagus banget, kalah hebat aku sama kaka

Zatin Abdullah said...

cerpenmu juga bagus bagus, kakak suka bacanya :) bisa dibukukan tuh dek

ilham saepulloh said...

Sebenarnya
masih banyak cerita yang pengen saya bikin kak, tapi alat" nya kaya
laptop gitu jadi mau bikin lagi harus kewarnet dulu, waktunya juga
terbatas

Zatin Abdullah said...

Tetap semangat dek dan tebarkan virus virus positive :)

Cek Ly said...

bahasa aceh palingmenarik. jgn lupa mampir ya : http://charmingaceh.blogspot.com/2014/04/jangan-ke-banda-aceh.html

Aceh Planet said...

Tulisan yang menarik. Info tentang Wisata Aceh disini juga ada : http://acehplanet.com/

Rahmanovic Mee said...

Cakep kak ! :)

Erlina Mariana Rosada Sari said...

Congrats Kakak Zatin.. Tulisan nya sangat menarikk..

Zatin Abdullah said...

terima kasih adek adek :)

rename setiadi said...

We are the World's Largest Online Football Agent and Trusted. The transaction process is safe, fast and comfortable is our commitment to make our loyal customers even more pleased to recommend our services to their fellow colleagues. Agen Bola Casino Poker Togel Online Terpercaya | Agen Casino Online

Baba Studio said...

Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
Websitedari babastudio.

Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


Salam
Baba Studio

Seninselasa Foundation said...

Keren...keren...

Post a Comment

Powered by Blogger.